Tampilkan postingan dengan label ARCHITECTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARCHITECTURE. Tampilkan semua postingan

KONSERVASI ARSITEKTURAL BANGUNAN MASJID CIPARI

| Minggu, 28 April 2019
     Garut merupakan salah satu kota priangan timur di daerah Jawa Barat yang terdiri  dari  42  kecamatan  dengan  pusat  pemerintahan  di  kecamatan  Tarogang  Kidul. Kabupaten Garut  memiliki luas wilayah administratif sebesar 3.065,19 km2 dengan Bagian  utara  berbatasan  dengan  Kabupaten  Badung  dan  Kabupaten  Sumedang, bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya, bagianSelatan berbatasan dengan samudera Indonesia dan pada bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur.

     Pada abad 20-an Garut  dikenal sebagai Swiss van Java, karena pesona  alamnya yang menakjubkan  sehingga dijadikan sebagai kota wisata  oleh seorang Belanda bernama  Holke  van  Garut  yang  merupakan  seorang  gubernur  kesayangan pemerintah  Belanda  pada  tahun  1930-1940.  Dengan  pesona  alamnya  yang menakjubkan dan jarak  yang tidak begitu jauh dari Bandung, menjadikan Garut cukup  ramai  dikunjungi  baik  oleh  wisatawan  domestik  maupun  wisatawan mancanegara.  Sebagai kota wisata, Garut memiliki beberapa bangunan bersejarah salah satunya yaitu  Masjid Al-Syura  atau yang lebih dikenal Masjid Cipari  yang merupakan  salah  satu  masjid  tertua  yang  berada  di  daerah  Garut  yang  memiliki bentuk bangunan yang mirip dengan gereja dengan gaya art deco.

    Masjid Cipari dibangun dikawasan Pesantren Cipari dengan lokasi tepatnya berada di  Kampung Cipari, Desa Babakan Cipari,  Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Masjid Cipari berdiri pada tahun 1936 dibangun oleh K.H. Yusuf Taudziri seorang  ulama  besar  di  Garut  dan  diarsiteki  oleh  Ir.  Abikoesno  Tjokrosoejoso.Masjid ini  memiliki peran dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, yang  kerap digunakan sebagai tempat untuk latihan perang, pertahanan, bahkan dapur umumpara pejuang kemerdekaan.  Para santri pesantren Cipari selain belajar ilmu agama juga dididk sebagai pejuang karena pesantren ini menjadi salah satu pesantren dari organisasi perjuangan Syarikat Islam.

     Berikutnya dapat dilihat dalam pdf dibawah ini

Baca selengkapnya »

MENGURUS LAPORAN PENELITIAN ILMIAH / KERJA PRAKTEK UNIVERSITAS GUNADARMA

| Senin, 28 Januari 2019

Hai semuanya!! Kali ini aku mau posting bagaimana cara mengurus laporan kerja praktek atau penelitian ilmiah jurusan arsitektur universitas Gunadarma. Hal ini aku lakukan untuk mempermudah teman-teman sekalian yang masih bingung dalam mengurusnya. Kalian yang telah melakukan sidang penelitian ilmiah pasti masih bingung apa yang akan dilakukan setelah sidang nanti. Ok kita langsung bahas saja ya ^.^

Setelah melakukan sidang, kalian diwajibkan untuk melakukan revisi terhadap laporan kerja praktek kalian. Revisi tersebut dilakukan sesuai dengan catatan perbaikan dosen penguji pada saat sidang kerja praktek. Setelah memperbaiki laporan kerja praktek, kalian harus mendatangi dosen pembimbing kalian masing-masing dan meminta tanda tangan acc dosen pembimbing tersebut.

Catatan perbaikan dosen penguji sidang kerja praktek 
Setelah kalian mendapatkan tanda tangan acc dosen pembimbing, maka kalian dapat melakukan hardcover pada laporan kerja praktek tersebut. Kemudian kalian harus meminta tanda tangan dosen pembimbing, ketua jurusan teknik arsitektur dan koordinator sidang kerja praktek pada lembar pengesahan yang ada pada laporan kerja praktek. Sebelum meminta tanda tangan ketua jurusan teknik arsitektur kalian harus meminta cap jurusan terlebih dahulu dengan bu Lia yang ruangannya ada di sekertariat jurusan arsitektur gedung 3 lantai 3 kampus G. Setelah mendapatkan ketiga tanda tangan tersebut kalian harus melakukan scaning pada lembar pengesahannya untuk di uploud di student site nanti.

Lembar Pengesahan
Berikutnya kalian harus menupload laporan kerja praktek tersebut pada student site kalian masing –masing. Jangan lupa untuk memisahkan isi laporan sesuai bab dan tidak boleh melebihi dari 2 mb. Untuk presentasi sidang kerja praktek kalian harus menupload dengan format pdf dan dengan tempalte dari universitas Gunadarma. Kalian bisa mendownload template tersebut disini


Contoh laporan kerja praktek yang dipisahkan sesuai bab

Untuk upload laporan kerja praktek / penelitian ilmiah kalian harus login pada student site kalian kemudian kalian klik perpustakaan – klik upload penulisan ilmiah – klik upload penulisan baru, kemudian kalian isi semua data yang ada. Jangan lupa untuk mengganti jenis penulisan ke penulisan “ilmiah jenjang setara sarjana muda”, kemudian klik lanjutkan langkah ke 2.







Dilangkah ke 2 ini kalian  baru bisa mengupload laporan kerja praktek / penelitian ilmiah kalian. Setelah upload jangan lupa untuk mendefinisikan jenis dokumennya. Setelah selesai melakukan upload pada laporan kerja praktek / penelitian ilmiah kalian, kalian harus balik lagi ke halaman utama perpustakaan kemudian klik upload penulisan ilmiah – klik upload penulisan baru, kemudian isi data yang ada seperti kalian lakukan sebelumnya hanya saja pada jenis penulisan kalian ganti menjadi “slide presentasi sidang” , kemudian klik lanjutkan langkah ke 2 untuk melakukan upload presentasi sidang kalian. Jangan lupa untuk mendefinisikan jenis dokumennya.

Setelah selesai melakukan upload laporan kerja praktek / penelitian ilmiah dan presentasi sidang kerja praktek kalian. Klik cetak bukti presentasi, kalian harus menyimpan barcode tersebut dan di cetak untuk melakukan verifikasi.

Barcode bukti upload dokumen presentasi
Kemudian kalian datang ke kampus D untuk melakukan verifikasi laporan kerja praktek / penelitian ilmiah. Hal yang harus kalian bawa pada saat melakukan verifikasi yaitu KRS semester 6, barcode yang telah di cetak yang didapatkan setelah kalian melakukan upload laporan kerja praktek / penelitian ilmiah pada student site kalian tadi, catatan perbaikan dosen penguji sidang kerja praktek yang telah di tanda tangani oleh dosen pembimbing kalian setalah melakukan revisi dan laporan kerja praktek yang telah di hard cover dan ditanda tangani pada lembar pengesahannya. Semua itu kalian tinggal tunjukan pada petugas loket yang ada di depan gedung bank DKI kampus D.

Jika tidak ada masalah pada laporan kerja praktek / penelitian ilmiah kalian. Kalian akan di beri blanko. Blanko tersebut untuk pengganti sumbangan buku jenjang. Kemudian kalian isi nama, npm dan kelas pada blanko tersebut sebelum kalian melakukan pembayaran di bank DKI kampus D.
Setelah kalian melakukan pembayaran, kalian kembali lagi ke loket dimana kalian melakukan verifikasi laporan kerja praktek / penelitian ilmiah dan menunjukan blanko tersebut serta krs semester 6, barode dan catatan perbaikan dosen penguji sidang kerja praktek yang telah di tanda tangani oleh dosen pembimbing. Setelah itu blanko kalian akan dikembalikan dan diberi cap perpustakaan. Kalian akan disuruh oleh petugas loket untuk mengisi data yang ada di luar loket. Data yang diisi yaitu, nama, npm, jenis laporan, alamat email, no hp dan kode atau no blanko pembayaran pengganti sumbangan buku jenjang tadi. No blanko ada di sebelah kiri atas blanko tersebut.

No Blanko
Kemudian kalian ke gedung 2 lantai 1 yang ada di kampus D untuk menunjukan blanko dan bukti upload dokumen tersebut untuk mengambil sertifikat penelitian ilmiah kalian.

Sertifikat
Tada akhirnya dapat juga sertifikatnya ^.^


Baca selengkapnya »

KRITIK ARSITEKTUR IMPRESIONIS DAN CONTOH KRITIK ARSITEKTUR IMPRESIONIS

| Rabu, 16 Januari 2019
Kali ini saya akan memposting tentang kritik arsitektur Impresionis. Seperti yang telah saya jelaskan pada postingan sebelumnya, kritik arsitektur merupakan tanggapan kita sebagai pengamat pada sebuah objek arsitektur yang telah kita amati dengan semua panca indera, baik dengan mata untuk melihat warna dan bentuk arsitekturnya, baik dengan tangan atau kulit untuk merasakan tekstur dari bangunan itu sendiri dan tanggapan yang kita buat juga berdasarkan dengan pengetahuan yang kita miliki, jadi tidak serta merta dalam memberi kritikan ataupun tanggapan tersebut.

Kritik Impresionis itu sendiri ialah kritik ataupun karya baru yang dihasilkan dari sebuah karya yang asli, dimana karya asli ini berjasa bagi kritik impresionis itu sendiri. Adakalanya kritik impresionis dipandang sebagai parasit dikarenakan adanya kejemuan pada hasilnya. Kritik Impresionis memiliki beberapa bentuk diantaranya :

  • ·         Narasi verbal puisi atau prosa
  • ·         Paduan kata membentuk silhouette
  • ·         Lukisan
  • ·         Imagi foto
  • ·         Modifikasi bangunan
  • ·         Kartun

Berikut merupakan contoh kritik impresionis dengan menganalisis pada bangunan Teater Imax Keong Emas


Teater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah


Teater Imax Keong Emas merupakan gedung teater yang didirikan atas prakarsa Ibu Tien Soeharto, sebagai sarana untuk mengenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia yang diresmikan pada tanggal 20 April 1984. Teater Imax Keong Emas menggunakan kecanggihan teknologi Imax dalam pertunjukannya.



Teater Keong Emas berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, menempati tanah seluas 4,4ha yang memiliki fasilitas seperti gedung teater, ruang VVIP, ruang tunggu VVIP, ruang loby, kantor, ruang makan, musholla, toilet serta lapangan parkir. Pada denah Teater Keong Emas dapat kita lihat terdapat hall yang besar berbentuk lingkaran yang difungsikan sebagai tempat pertunjukan penayangan film.

Pada bagian fasad Teater Keong Emas memiliki bentuk yang sesuai dengan namanya, dimana bentuk keong emas tersebut diambil dari sebuah cerita lakon cerita panji dan di cat finishing menggunakan warna emas. Dari bagian fasad bisa terlihat, Teater Keong Emas menggunakan struktur cangkang

Sumber : 
http://sisaharch.blogspot.com/2011/01/analisis-bangunan-publik-dengan.html
Baca selengkapnya »

KRITIK ARSITEKTUR TIPIKAL DAN CONTOH KRITIK ARSITEKTUR TIPIKAL

| Rabu, 19 Desember 2018

Kali ini saya akan memposting tentang kritik arsitektur tipikal. Seperti yang telah saya jelaskan pada postingan sebelumnya, kritik arsitektur merupakan tanggapan kita sebagai pengamat pada sebuah objek arsitektur yang telah kita amati dengan semua panca indera, baik dengan mata untuk melihat warna dan bentuk arsitekturnya, baik dengan tangan atau kulit untuk merasakan tekstur dari bangunan itu sendiri dan tanggapan yang kita buat juga berdasarkan dengan pengetahuan yang kita miliki, jadi tidak serta merta dalam memberi kritikan ataupun tanggapan tersebut.

Kritik tipikal itu sendiri ialah kritik yang menganalisis suatu bangunan berdasarkan dengan standar maupun tipe bangunan yang sudah ada, baik dari struktrur, fungsi dan bentuknya. Berikut merupakan contoh kritik tipikal dengan menganalisis pada bangunan mesjid yang merupakan hasil rancangan Ridwan Kamil yaitu dari aspek fungsi, tipologi dan struktur. Mesjid yang akan dianalisis adalah mesjid Al-Irsyad yang berada di Bandung dan mesjid Merapi yang berada di Yogyakarta.


Mesjid Al - Irsyad


Mesjid  Al-Irsayd merupakan mesjid yang berlokasi di kota Bandung dan di rancang oleh Ridwan Kamil. Memiliki fungsi sebagai tempat ibadah bagi umat islam dan mampu menampung 1.500 jamaah. Bangunan utama yang berfungsi sebagai tempat ibadah terpisah dengan bangunan pendukung yang berfungsi sebagai ruang atau kantor pengelola, ruang wudhu wanita dan pria serta toilet wanita dan pria.

Masjid Al-Irsyad mempunyai luas 1.871 meter persegi dan tidak memiliki bentuk seperti pada umumnya mesjid di Indonesia, mesjid tersebut memiliki bentuk berupa kubus besar seperti bentuk bangunan Kakbah di Arab Saudi. Bagian fasad menggunakan batu bata yang disusun sedemikian rupa dan menghasilkan celah diantara bata solid untuk mengalirkan sirkulasi udara di ruang masjid, sehingga tidak terasa panas.

Pada bagian struktur, kolom disusun sedemikian rupa sehingga tidak terlihat pada bagian fasad. Pada bagian dalam, masjid ini tidak memiliki tiang atau pilar di tengah untuk menopang atap, sehingga terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya.


Mesjid Merapi


Mesjid  Merapi merupakan mesjid yang berlokasi di kota Yogyakarta dan di rancang oleh Ridwan Kamil. Memiliki fungsi sebagai tempat ibadah bagi umat islam  dan dimanfaatkan untuk menjalankan pendidikan Islam bagi anak-anak di daerah setempat.

Masjid Merapi mempunyai luas 250 meter persegi dan tidak memiliki bentuk seperti pada umumnya mesjid di Indonesia, mesjid tersebut memiliki bentuk berupa kubus besar dengan bentuk atap susun tradisional. Bagian fasad menggunakan batu bata abu vulkanik disusun sedemikian rupa dan menghasilkan celah berbentuk kaligrafi lafadz Allah sebagai bukaan. Bukaan tersebut ditutupi oleh kaca untuk menjaga temperatur didalam mesjid tidak bertambah dingin, mengingat letak mesjid berada di lereng gunung Merapi

Pada bagian struktur, struktur bangunan Masjid Merapi diperkuat dengan menggunakan kerangka beton untuk mengantisipasi terjadinya goncangan dikarenakan letak mesjid yang berada di lereng gunung Merapai.

Sumber :

Baca selengkapnya »

KRITIK ARSITEKTUR INTERPRETIF DAN CONTOH KRITIK ARSITEKTUR INTERPRETIF - EVOKATIF

| Sabtu, 24 November 2018

Kali ini saya akan memposting tentang kritik arsitektur interpretif, sebelum kita memasuki apa kritik arsitektur interpretif, saya akan jelaskan terlebih dahulu apa kritik arsitektur itu sendiri.

Kritik arsitektur adalah suatu tanggapan yang merupakan hasil pengamatan terhadap objek arsitektur dengan menggunakan semua panca indera dan berbekal pengetahuan. Maksudnya yaitu kita menanggapi sebuah objek arsitektur yang telah kita amati dengan semua panca indera, baik dengan mata untuk melihat warna dan bentuk arsitekturnya, baik dengan tangan atau kulit untuk merasakan tekstur dari bangunan itu sendiri dan tanggapan tersebut atau tanggapan yang kita buat juga berdasarkan dengan pengetahuan yang kita miliki, jadi tidak serta merta dalam memberi kritikan ataupun tanggapan.

Kritik arsitektur itu sendiri memiliki 6 jenis diantaranya :
·         Kritik Terukur
·         Kritik Normatif
·         Kritik Interpretif
·         Kritik Tipikal
·         Kristik Deskriptif
·         Kritik Impressionis

Karena saya memiliki tugas tentang kritik interpretif, maka saya hanya akan menjelaskan kritik interpretif itu sendiri.
Kritik Interpretif yaitu merupakan kritik yang ditafsir oleh seorang pengamat dengan bentuk kritikan cenderung objektif, sehingga pengamat tersebut dapat mempengaruhi pandangan orang lain diharapkan orang lain tersebut memiliki pandangan yang sama dengan si pengamat terhadap sebuah objek arsitektur.
Kritik interpertif itu sendiri memiliki 3 teknik yaitu :

·         Kritik Evokatif
Dalam terjemahan bahasa Indonesia, evoke berarti membangkitkan. Pada kritik ini pengamat mengungkapkan apa makna yang dikandung pada sebuah bangunan dengan pemahaman intelektualnya serta membangkitkan rasa emosi yang sama seperti yang pengamat rasakan kepada orang lain. Dalam teknik evokatif bisa disampaikan dalam bentuk naratif maupun fotografi.

Maksudnya disini si pengamat mengungkapkan arti sebuah bangunan dengan pengetahuannya dan mendorong orang lain untuk merasakan apa yang ia rasakan juga terhadap bangunan yang ia amati.

·         Kritik Advokatif
Dalam terjemahan bahasa Indonesia, advocacy memiliki arti pembelaan. Pada kritik ini tidak memiliki bentuk penghakiman maupun upaya merendahkan orang lain melainkan penjelasan yang terperinci dengan topik yang perlu diperhatikan dalam sebuah bangunan seperti manfaat yang telah dihasilkan oleh arsitek dalam membangun sebuah bangunan.

Maksudnya disini, kritik tersebut merupakan rasa apresiasi si pengamat terhadap sebuah bangunan yang telah dirancang oleh seorang arsitek

·         Kritik Impresionis
Kritik impresionis merupakan kritik yang menggunakan karya seni atau bangunan sebagai dasar bagi pembentukan karya seninya.

Maksudnya yaitu si pengamat dapat menghasilkan sebuah karya yang lain dengan mengamati sebuah objek arsitektur. Contohnya seperti membuat puisi yang terinspirasi karena mengamati kawasan Kota Tua Jakarta, membuat kartun sebuah bangunan yang telah diamati dan lain sebagainya.

Metode Kritik Interpretif – Evokatif
Objek : G-Tower
Lokasi : Incheon, Korea Selatan



G Tower merupakan gedung yang berada di jalan Art center-daero, Yeonsu-gu, Incheon, Korea Selatan. Saat pertama kali melihat, gedung ini memiliki konsep yang modern, sederhana dan dinamis. Bangunan ini memiliki bentuk simetris dimana gedung tersebut memiliki coakan berbentuk diagonal ataupun piramid. Gedung tersebut memiliki aksen horizontal yang merupakan lis acp, selain menjadi aksen ataupun tekstur, lis tersebut dapat memecah angin vertikal.


Pada bagian interior konsep modern menonjol dengan bentukan simple, besih serta penggunaan warna putih dan abu-abu pada material yang digunakan. Pada bagian salah satu sisi menggunakan material kaca yang disandingkan dengan frame kaca dan penggunaan flat truss bermaterial baja berwarna putih yang menambahkan kesan modern itu sendiri.

Dari kritik yang telah saya buat diatas dapat dilihat bahwa saya menggunakan kritik Interpretif – Evokatif dimana pada kritikan tersebut disampaikan dalam bentuk naratif dan penambahan foto untuk menunujang penyampaian naratif itu sendiri.

Sumber : http://demasafetalita.blogspot.com/2016/01/kritik-arsitektur-interpretif.html
Baca selengkapnya »

ANALOGI BIOLOGIS, ANALOGI MEKANIK DAN ANALOGI ROMANTIK

| Sabtu, 27 Oktober 2018


ANALOGI BIOLOGIS
Analogi biologis adalah proses analogi arsitektur yang menganggap bahwa membangun adalah proses biologis bukan proses estetis. Dengan arti yang lebih luas, dalam merancang menggunakan pendekatan analogi biologis maka arsitek tersebut lebih mengedepankan proses pembangunannya terhadap fungsi dan keadaan  serta keberadaan bangunan tersebut terhadap lingkungan sekitar daripada mengedepankan keindahan bentuk bangunan. Berdasarkan analogi biologis terbagi 2 bentuk teori arsitektur yaitu :
  • Arsitektur organik yaitu bersifat umum dengan memusatkan perhatian pada hubungan antara bagian –bagian bangunan atau antara bangunan dan lingkungannya. Kata organik menunjukan keterpaduan secara keseluruhan dari semua bagian. Contoh bangunan yang memiliki analogi biologis arsitektur organik yaitu :

Falling water house merupakan sebuah rumah yang dirancang oleh Frank Lloyd Wright yang berlokasi di Pennsylvania dibangun pada tahun 1936 dan selesai dibangun pada tahun 1939. Rumah tersebut diletakan tepat diatas air terjun dengan anak sungai dan mengedepankan unsur keselarasan lingkungan dalam bangunan ini. Sehingga tercipta harmoni antara manusia, alam dan integrasi rumah tersebut dengan air terjun.
  • Arsitektur biomorfik yaitu bersifat khusus dengan memusatkan perhatian pada proses –proses pertumbuhan dan kemampuan bergerak yang berkaitan dengan organisme –organisme. Contoh bangunan yang memiliki analogi biologis arsitektur organik yaitu :



Pavilion Jerman memiliki atap pneumatik yang dapat diubah, diperluas, digandakan dan dipisah. Dibangun pada tahun 2015 dan dirancang oleh SCHMIDHUBER. Unsur desain pusat paviliun adalah tempat penampungan tertutup yang ekspresif dalam bentuk tanaman yang tumbuh. Pengunjung dapat menjelajahi pameran di dalam paviliun, yang membahas topik-topik seperti sumber nutrisi, produksi makanan dan konsumsi di dunia perkotaan. Dengan mengintegrasikan teknologi fotovoltaik organik (OPV) mutakhir, bibit menjadi Pohon Surya. Pavilion Jerman adalah proyek arsitektur internasional besar pertama yang menggunakan produk-produk baru yang inovatif. Berbeda dengan proyek yang menggunakan modul surya konvensional, arsitek Paviliun Jerman memiliki kesempatan untuk melakukan lebih dari sekedar menggabungkan teknologi yang ada. Mereka memiliki kebebasan untuk merancang modul membran OPV yang fleksibel untuk mencocokkan ide-ide kreatif mereka sendiri, dan untuk mengintegrasikannya ke dalam desain keseluruhan paviliun.

ANALOGI MEKANIK
Analogi mekanik adalah analogi yang melihat sebuah bangunan seperti halnya sebuah mesin yang digunakan untuk dihuni. Bangunan seperti halnya sebuah mesin yang hanya menunjukkan apa sesungguhnya mereka, apa yang mereka lakukan, tidak menyembunyikan fakta melalui kiasan yang relavan dengan bentuk dan gaya-gaya, atau dengan kata lain keindahan adalah fungsi yang menyatakan apakah mereka itu dan apa yang mereka lakukan. Contoh bangunan yang memiliki analogi mekanik yaitu :


Menara Eiffel dibangun pada tahun 1887 sampai dengan 1889 dan dirancang oleh Gustave Eiffel. Berlokasi di Paris, Perancis. Bangunan Menara Eifell memperlihatkan kejujuran strukturnya yang terdiri dari rangkaian besi tanpa bidang penutup dan hiasan. Menara Eiffel terdiri dari empat tiang kisi besi yang ditata dalam kotak, naik dari kemiringan awal 54 ° dan melengkung ke atas sampai mereka bertemu, pada titik mana menara naik sebagai bentuk piramida tunggal dan halus sampai campanile di puncaknya. 


ANALOGI ROMANTIK
Analogi romantik adalah analogi arsitektur yang mampu menggugah tanggapan emosional dalam diri si pengamat. Hal ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan menimbulkan asosiasi (mengambil rujukan dari bentuk-bentuk alam, dan masa lalu yang akan menggugah emosi pengamat) atau melalui pernyataan yang dilebih-lebihkan (penggunaan kontras, ukuran, bentuk yang tidak biasa yang mampu menggugah perasaan takut, khawatir, kagum dan lain-lain).
Contoh bangunan yang memiliki analogi romantik yaitu:


Taj Mahal dibangun pada tahun 1653 dirancang oleh Shah Jahan. Taj Mahal adalah makam putih yang berlokasi di Agra, Uttar Pradesh, India. Kaisar Mughal Shah Jahan membangunnya untuk mengenang istri ke tiganya, yaitu Mumtaz Mahal. Taj Mahal adalah representasi sempurna gaya Mughal, yang menggabungkan teknik arsitektur gaya Persia, Islam dan India. Hubungan ini dapat dengan mudah dibuat, karena batu pasir merah dan material marmer putih adalah klasik dengan gaya Mughal. 


Sumber:

Baca selengkapnya »

INTERIOR OBSERVATORIUM LOTTE WORLD TOWER

| Selasa, 20 Maret 2018

Lotte World Tower merupakan bangunan tertinggi ke-5 di Dunia yang berasal dari Korea Selatan. Bangunan tersebut berada di kota Seoul tepatnya di distrik Jamsil. Bangunan tersebut memiliki ketinggian 555 meter dengan jumlah lantai sebanyak 123 lantai. Gedung itu didesain berbentuk meruncing bagian atasnya. Di sekeliling bangunannya dihiasi logam dan kaca. Lotte World Tower ini nantinya akan menjadi titik topografi pegunungan di sekitar kawasan tersebut. Menara ini juga dilengkapi sebuah dek observasi di bagian atas sembari menawarkan pemandangan spektakuler Kota Seoul. Menara ini memiliki dek observasi kaca paling tinggi di dunia dengan akses lift tercepat di dunia.
Bangunan ini merupakan bangunan mixed use yang dimana di dalamnya terdapat area belanja, kantor, apartemen, dan hotel. Menara ini direncanakan berisi gerai ritel (lantai 1-12), kantor (14-38), tempat tinggal (42-71), hotel mewah (76-101), kantor swasta (105-114 ), dan lantai akses publik (117-123) dengan dek observasi. 

Bahasan kali ini menitik beratkan pada interior Lotte World Tower Seoul Sky yang berada pada lantai 117-123. Pada observatorium menawarkan panorama seluruh ibu kota, pemandangan siang dan malam yang indah. Lantai observatorium ini terbuat dari kaca sehingga pemandangan di bawah bisa terlihat jelas. Lantai kaca tersebut merupakan kaca yang kuat dan bisa menahan berat seekor gajah, tetapi wisatawan dapat merasakan kesan menegangkan karena bisa melihat pemandangan di bawah dengan sangat jelas seperti sedang berjalan di udara. Di sini, wisatawan dapat melihat semua arah kota Seoul, utara, selatan, timur dan barat tanpa halangan.


 Dek observasi memiliki dua jendela kaca setinggi kaca untuk melihat tanpa gangguan. The Sky Deck, yang terletak di ketinggian 478m, memegang Guinness World Record sebagai observatorium berlantai kaca tertinggi di dunia. Pada hari-hari ketika jarak pandang terbatas, pengunjung tetap bisa menikmati langit yang jernih melalui Sky Theatre. Lantai 120 memegang Sky Terrace, terbuka untuk elemen.




Selain pemandangan yang luar biasa, pengunjung bisa menikmati camilan kecil atau kopi dari kafe pencuci mulut sambil duduk di lounge atau di teras langit. Pengunjung yang mencari minuman dapat menikmati salah satu jenis menu yang disajikan di kafe makanan penutup Sky Friends Cafe di lantai 119, atau anggur menyegarkan yang dijual di ruang premium di lantai 123. Ruang nyaman ini adalah lounge tertinggi di Seoul dan sempurna untuk menikmati pemandangan dalam suasana santai. Interior pada bagian ini menggunakan kaca yang dipadukan dengan frame berwarna putih dan hitam. Untuk furniture terdapat 2 kursi dengan 1 meja bundar, dan sisi lainnya menggunakan long table serta stool bar.

Sumber :

Baca selengkapnya »

TINJAUAN TENTANG HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN NO 28 TAHUN 2002 DAN PP NO 36 TAHUN 2005

| Senin, 09 Oktober 2017


Nama : Yuni Nofitasari 
NPM : 27315350
Kelas : 3TB04


Latar Belakang

Indonesia merupakan sebuah negara yang merdeka sejak tahun 1945. Dimana Indonesia merupakan negara kepulauan, mempunyai lebih dari 17.000 pulau, baik yang dihuni ataupun tidak dihuni. Selain itu Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan manusia yang sangat tinggi, terutama di daerah perkotaan. Sehingga dapat berdampak pada kebutuhan primer manusia yakni memiliki rumah tinggal. Rumah tinggal merupakan bangunan yang menunjang kebutuhan manusia dalam pembentukan watak, produktivitas maupun jati diri. Di daerah perkotaan ini banyak sekali bangunan melakukan kegiatan membangun tanpa memiliki IMB ataupun tidak memiliki surat izin yang lain dalam pembangunan tersebut. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Persyaratan administratif bangunan gedung meliputi persyaratan status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan izin mendirikan bangunan. Persyaratan pendirian pembangunan administrative dan teknis terdapat pada perundang-undangan No 28/2002 serta aturan pelaksanaan pada perundang-undangan No. 36/ 2005.

PP No 28 Tahun 2002

 Apa yang dimaksud dengan hukum? Hukum adalah peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat yang dikukuhkan penguasa atau peraturan. Hukum mengatur pergaulan masyarakat serta sebagai patokan kaidah penentuan, mengenai peristiwa tertentu yang keputusannya ditentukan oleh hakim berupa vonis dalam pengadilan.
Pada undang-undang Republik Indonesia No 28 Tahun 2002, merupakan perundangan tentang bangunan gedung. Dimana gedung yang dimaksud merupakan rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah susun, rumah tinggal sementara untuk hunian dan bangunan lainnya. Perundangan ini menimbang pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata materil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bangunan gedung penting sebagai tempat manusia  melakukan kegiatannya untuk mencapai berbagai sasaran yang menunjang terwujudnya tujuan pembangunan nasional, bangunan gedung harus diselenggarakan secara tertib, diwujudkan sesuai dengan fungsinya, serta    dipenuhinya persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung, dan diperlukan peran masyarakat dan upaya pembinaan.
Ketentuan umum pada perundangan No 28 Tahun 2002:
  • ·      Pada pasal 1 yaitu tentang apa yang dimaksud dengan bangunan gedung, penyelenggaraan bangunan, pemanfaatan bangunan, pemeliharaan/perawatan, pemeriksaan, pelestarian, pembongkaran, pemilik bangunan, penggunaan bangunan. Secara garis besar pada pasal ini merupakan gambaran secara umum tentang bangunan dan tindakan yang diberlakukan pada bangunan tersebut.
  • ·        Pada pasal 2, 3 dan 4 menerangkan asas, tujuan dan lingkup bangunan.
  • ·         Pada pasal 5 dan 6 menerangkan fungsi bangunan gedung.
  • ·         Pada pasal 7 dan 8 tentang persyaratan administratif bangunan gedung (hak atas tanah, status kepemilikan dan lain sebagainya)
  • ·         Pada pasal 9, 10, 11, 12 dan 13 tentang persyaratan tata bangunan (persyaratan peruntukan)
  • ·         Pada pasal 14 tentang persyaratan arsitektur bangunan gedung ( penampilan bangunantata ruang dalam dan lain sebagainya)
  • ·         Pada pasal 15 tentang persyaratan pengendalian dampak lingkungan (berlaku pada bangunan yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan)
  • ·         Pada pasal 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, dan 32 tentang persyaratan keandalan bangunan gedung (keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan                    kemudahan)
  • ·         Pada pasal 33 tentang persyaratan bangunan gedung fungsi khusus.
  • ·         Pada pasal 34, 35, 36 tentang penyelenggaraan bangunan gedung secara umum
  • ·         Pada pasal 37 tentang penyelenggaraan bangunan (pemanfaatan)
  • ·         Pada pasal 38 tentang penyelenggaraan bangunan (pelestarian)
  • ·         Pada pasal 39 tentang penyelenggaraan bangunan (pembongkaran)
  • ·         Pada pasal 40 dan 41 tentang hak dan kewajiban pemilik dan pengguna bangunan gedung
  • ·         Pada pasal 42 tentang peran masyarakat dalam penyelenggaran bangunan
  • ·         Pada pasal 43 tentang pembinaan bangunan gedung secara nasional
  • ·         Pada pasal 44, 45, 46 dan 47 tentang sanksi yang tidak memenuhi kewajiban pemenuhan fungsi
  • ·         Pada pasal 48 tentang ketentuan peralihan  
  • ·         Pada pasal 49 tentang ketentuan penutup (berlakunya undang-undang)


PP No 36 Tahun 2005

Dalam peraturan ini tertera banyak hal tentang fungsi bangunan gedung, perubahan fungsi gedung, dan persyaratan bangunan gedung. Termasuk penyelenggaraan bangunan gedung. Dalam peraturan ini, tertera dengan lengkap pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan gedung, pembinaan, hingga sanksi.

Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2005 dimaksudkan sebagai pengaturan lebih lanjut pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, baik dalam pemenuhan persyaratan yang diperlukan dalam penyelenggaraan bangunan gedung, maupun dalam pemenuhan tertib penyelenggaraan bangunan gedung.

Peraturan Pemerintah ini bertujuan untuk mewujudkan penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib, baik secara administratif maupun secara teknis, agar terwujud bangunan gedung yang fungsional, andal, yang menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan pengguna, serta serasi dan selaras dengan lingkungannya.

Pengaturan bangunan gedung dilandasi oleh asas kemanfaatan, keselamatan, keseimbangan, dan keserasian bangunan gedung dan lingkungannya bagi masyarakat yang berperikemanusiaan dan berkeadilan. Oleh karena itu, masyarakat diupayakan untuk terlibat dan berperan aktif, positif, konstruktif dan bersinergi bukan hanya dalam rangka pembangunan dan pemanfaatan bangunan gedung untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi juga dalam meningkatkan pemenuhan persyaratan bangunan gedung dan tertib penyelenggaraan bangunan gedung pada umumnya.

Dengan dipenuhinya persyaratan teknis bangunan gedung sesuai fungsi dan klasifikasinya, maka diharapkan kegagalan konstruksi maupun kegagalan bangunan gedung dapat dihindari, sehingga pengguna bangunan dapat hidup lebih tenang dan sehat, rohaniah dan jasmaniah yang akhirnya dapat lebih baik dalam berkeluarga, bekerja, bermasyarakat dan bernegara.


Kesimpulan

Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum peraturan perundangan ini untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung. Undang-undang No 28 Tahun 2002, merupakan perundangan secara umum tentang bangunan gedung itu sendiri, sedangkan PP No 36 Tahun 2005 merupakan pengaturan lebih lanjut dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung, baik dalam pemenuhan persyaratan yang diperlukan dalam penyelenggaraan bangunan gedung, maupun dalam pemenuhan tertib penyelenggaraan bangunan gedung.


Sumber : www.hukumonline.com website dibuka pada tanggal 8 Oktober 2017, pukul 11.00 am
http://www.arsitekindo.com/catat-ini-3-peraturan-ijin-mendirikan-bangunan-atau-imb/website dibuka pada tanggal 10 Oktober 2017, pukul 10.00 am
Peraturan Pemerintah Repblik Indonesia Nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan peraturan 
Pemerintah Republik indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung

Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2010 Yuni Nofitasari | Design by btemplatebox.com